Get Adobe Flash player

Jasa Field CBR Test

Jasa Field CBR Test Lapangan di Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi dan di Seluruh Indonesia
Foto: Kegiatan Jasa Field CBR Test (Lapangan)

Latar Belakang:

Dalam rangka melakukan analisa untuk kwalitas pemadatan tanah asli dan urugan  (sub grade) terhadap jalan atau suata proyek bangunan Jasa Pengujian Field CBR (California Bearing Ratio) lapangan ini adalah untuk mendapatkan nilai CBR langsung ditempat (in place) yang digunakan untuk perencanaan tebal perkerasan maupun lapis tambah perkerasan (overlay).  CBR testing merupakan perbandingan antara beban penetrasi suatu lapisan tanah atau perkerasan terhadap bahan standar dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama. Pengujian CBR lapangan dilakukan dengan alat bantu berupa alat berat (Excavator, Mesin Giling, Vibro, dll) sebagai penahan (counter weight) beban penetrasi. Hal ini didasarkan atas kemudahan pengujian CBR lapangan. Pelaksanaan pengujian CBR lapangan diatur dalam SNI 1738-2011 (Cara Uji CBR Lapangan) atau AASTHO atau ASTM D.1883

Maksud dan Tujuan Field CBR Test Lapangan:

Test Field CBR lapangan dengan maksud untuk mengevaluasi dan merencanakan tebal lapis perkerasan lentur (lapis pondasi dan lapis pondasi bawah), kekuatan struktural tanah dasar dan tebal lapis perkerasan jalan dengan lapis permukaan tanpa pengikat.CBR lapangan dapat digunakan untuk perencanaan pada kondisi material yang mempunyai kadar air dan kepadatan yang stabil. Bagaimanapun juga, aktivitas konstruksi, pemadatan dan perubahan kadar air dapat mempengaruhi kekuatan dari tanah dan dapat mempengaruhi hasil pengujian CBR tersebut sehingga tidak dapat digunakan dan harus dilakukan analisis dan pengujian ulang.

Peralatan yang digunakan dalam Field CBR Test di lapangan:

  1. Dongkrak CBR mekanis dengan kapasitas 10 ton, dilengkapi dengan “swivel head”.
  2. Cincin penguji (proving ring) dengan kapasitas: 1,5 tons (3000 lbs), 3 tons (6000 lbs), 5 tons (10.000 lbs), atau sesuai dengan kebutuhan.
  3. Torak (Piston) penetrasi dan pipa-pipa penyambung.
  4. Arloji penunjuk (dial penetrasi) untuk mengukur penetrasi dengan ketelitian 0,01 mm (0,001”) dilengkapi dengan balok penyokong dari besi propil sepanjang lebih kurang 2,5 meter.
  5. Keping beban (plat besi) yang bergaris tengah 25 cm (10”) berlubang di tengah dengan berat +/- 5 Kg (10 Pound) dan beban-beban tambahan seberat 2,5 Kg (5 Pound) yang dapat ditambahkan bilamana perlu.
  6. Sebuah counter weigth yang dibebani sesuai dengan kebutuhan atau alat-alat berat lainnya (vibro, Excavator, bulldozer, dll) dan dibawahnya dapat dipasang sebuah dongkrak CBR mekanis dan alat-alat penumbuk, alat-alat perata, waterpas dan lain-lain.

PROSEDUR PENGUJIAN FIELD CBR: (SNI1738:2011 / ASTM D.1883)

  1. Peralatan Kerja
  2. Tempatkan counter weight berupa alat berat lainnya, sedemikan rupa sehingga posisi penempatan dongkrak CBR mekanis harus tepat diatas lubang pemeriksaan.
  3. As roda belakang diatur sejajar dengan muka jalan yang diperiksa.
  4. Truk/alat berat didongkrak supaya berat sendirinya tidak ditahan lagi oleh per kendaraan (jika tertahan per maka pembacaan akan tidak tepat karena terpengaruh pengenduran gaya per kendaraan)
  5. Dongkrak CBR mekanis dan peralatan lain dirangkai, supaya piston penetrasi berada 1 atau 2 cm dari permukaan yang akan diperiksa.
  6. Cincin penguji (proving ring) diatur sehingga torak dalam keadaan vertikal.
  7. Pastikan semua peralatan uji dalan kondisi stabil, vertikal, sentris (segaris dan tidak melenting/melendut) dan kokoh serta tepat pada posisi yang disyaratkan
  8. Keping beban/plat baja setebal 25 cm (10”) diletakkan sentris dibawah torak penetrasi sehingga torak penetrasi tepat masuk kedalam lubang keping beban tersebut.
  9. Arloji/dial pengukur penetrasi dipasang pada piston penetrasi, sedemikian rupa sehingga jarum pada dial penetrasi menempel pada keping beban/plat baja
    1. Persiapan Lokasi
  10. Tanah digali sampai lapisan yang dikehendaki dan diratakan (luas galian kira-kira 60 cm x 60 cm) – harus level dan tidak ada kemiringan (cek dengan waterpass).
  11. Dipastikan bahwa permukaan: rata dan padat
  12. Dipastikan bahwa di permukaan yang akan diuji (sub grade, sub base, base course, dsb) tidak ada butiran lepas (bersihkan semua debu, pasir, kerikil yang lepas/berserakan)  
  13. Untuk tanah dasar yang belum ada perkerasan dan pemadatan, cukup dibersihkan akar rumput dan bahan organik lain (biasanya sampai kedalaman 50 cm).
  14. Selama pemasangan alat-alat, permukaan tanah atau permukaan yang sudah dibersihkan harus dijaga supaya tidak kelembabannya tidak berubah dari kondisi awal, jika perlu ditutup dengan plastik apabila cuaca sangat panas
  15. Mulailah pemeriksaan ini secepat mungkin sesudah persiapan tempat.
  16. Apabila dibutuhkan, diperiksa pula kadar air dan berat isi bahan setempat.

Jika anda membutuhkan Jasa Field CBR Test di Lapangan, Silahkan hubungi kami untuk mendapatkan informasi harga dan biayanya. Terimakasih

One Response to Jasa Field CBR Test

  • […] Test CBR lapangan dengan maksud buat mengevaluasi serta merancang tebal lapis perkerasan lentur( lapis pondasi serta lapis pondasi dasar), kekuatan struktural tanah dasar serta tebal lapis perkerasan jalur dengan lapis permukaan tanpa pengikat. CBR lapangan bisa digunakan buat perencanaan pada keadaan material yang memiliki kandungan air serta kepadatan yang normal. Bagaimanapun pula, kegiatan konstruksi, pemadatan serta pergantian kandungan air bisa pengaruhi kekuatan dari tanah serta bisa pengaruhi hasil pengujian CBR tersebut sehingga tidak bisa digunakan serta wajib dicoba analisis serta pengujian ulang. […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Soil Testing,Test Tanah,Uji Sondir,CPT,CBR,Deep Boring-SPT Jakarta